Waspadai Penyakit Yang Kerap Menyerang Saat Usia Muda

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Serangan penyakit tidak kenal usia. Maka dari itu, di tahap perkembangan remaja ada kemungkinan ia mengalami masalah kesehatan seperti penyakit kronis.

Dikutip dari https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/kualitas-hidup-remaja-dengan-kondisi-penyakit-kronis" Ikatan Dokter Anak Indonesia, penyakit kronis dapat memengaruhi tumbuh kembang remaja. Lalu, hal ini juga bisa menjadi penyebab terjadinya penurunan kualitas hidup remaja.

Data dari http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesdas%202013.pdf" Riset Kesehatan Dasar 2013 menunjukkan bahwa dari 25,8 persen total kasus hipertensi nasional, kurang lebih 5,3% di antaranya adalah remaja berusia 15-17 tahun; laki-laki 6% dan perempuan 4,7%.

Sementara itu, 5,9% anak Indonesia berumur 15-24 tahun mengidap asma. Sementara kasus diabetes pada anak di bawah 18 tahun mengalami peningkatan yang sangat tinggi dalam lima tahun terakhir, yaitu hingga 500% dari sebelumnya.

Menyambung data Riskesdas 2013, penyakit kronis tidak menular menyebabkan 71 persen dari total kematian.

Termasuk di antaranya penyakit jantung (37 persen), kanker (13 persen), penyakit pernapasan kronik seperti asma dan PPOK (5 persen), diabetes (6 persen), dan penyakit kronis lainnya (10 persen).

 

Daftar penyakit yang rentan menyerang remaja

 

Berikut beberapa penyakit yang rentan dialami remaja, seperti:

 

1. Gangguan bipolar

Gangguan bipolar menjadi salah satu penyakit yang rentan menyerang remaja karena

Jika suasana hati anak sangat mudah dan cepat berubah, Anda patut curiga. Perubahan suasana hati ekstrem kemungkinan menandakan remaja memiliki gangguan bipolar.

Gangguan bipolar memiliki gejala yang khas, yaitu perubahan suasana hati dari depresi ke mania yang terjadi sangat cepat.

Mania adalah kondisi gangguan suasana hati yang membuat seseorang merasa sangat bersemangat secara fisik dan mental.

 

2. Lupus

Penyakit lupus merupakan gangguan autoimun. Sistem imun tidak bisa membedakan sel-sel tubuh yang sehat dengan kuman pembawa infeksi.

Akibatnya, sistem imun dapat menyerang sel-sel sehat dalam tubuh.

Menurut Children’s Hospital of Philadelphia, sekitar 25.000 anak-anak dan remaja diketahui memiliki penyakit lupus. Penyakit ini paling umum menyerang pada remaja berusia 15 tahun.

 

3. Diabetes

Diabetes memberikan pengaruh yang besar terhadap kondisi psikologis remaja. Hal ini karena penyakit diabetes lebih berkembang cepat pada remaja dibandingkan pada orang dewasa.Kemungkinan besar terjadinya kondisi ini disebabkan oleh gaya hidup dan masalah kesehatan.

Hal ini berlaku pula dengan diabetes melitus tipe 1 yang terus meningkat di Indonesia. Berdasarkan data IDAI, di tahun 2018 tercatat 1220 anak yang mengalami diabetes melitus tipe 1.
 

4. Asma

Asma merupakan peradangan serta penyempitan pada saluran pernapasan yang juga bisa dikategorikan sebagai penyakit kronis pada remaja. Walaupun bisa dikontrol, tetapi pemicu pada remaja cukup tinggi sehingga membuat paru-paru lebih sensitif dari kondisi normal. Perlu diketahui apabila asma merupakan penyakit yang cukup serius dan dapat mematikan apabila tidak ditangani dengan tepat.

 

5. Migrain

Migrain juga bisa menjadi penyakit kronis yang bisa terjadi pada remaja. Apalagi, penyakit ini juga bisa terjadi karena faktor keturunan.

Sakit kepala berulang ini disebabkan oleh gangguan saraf dalam otak. Maka dari itu, sakit bisa terasa sedang hingga parah dan bisa terjadi beberapa kali dalam sebulan.

Sebelum masa puber, migrain lebih sering terjadi pada anak laki-laki. Akan tetapi, pada masa remaja kondisi ini lebih banyak dialami oleh perempuan.

 

6. Kanker

Kanker terjadi ketika sel-sel di dalam tubuh mulai berkembang dan tidak terkendali.Penyakit kanker pada remaja bisa dialami pada usia 15 hingga 19 tahun. Walaupun bukan hal yang umum, ada beberapa jenis sel kanker pada remaja sudah mulai berkembang ketika baru lahir.

Beberapa jenis penyakit kronis seperti kanker pada remaja, adalah:

  • Limfoma
  • Leukimia (kanker darah)
  • Kanker tiroid
  • Kanker otak
  • Kanker rahim
  • Melanoma (kanker kulit)

 

7. Hipertensi

Angka kejadian hipertensi pada populasi usia muda semakin meningkat. Fenomena ini dikaitkan dengan rendahnya aktivitas fisik dan semakin meningkatnya obesitas. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, sebanyak 31,6% kasus hipertensi terjadi pada kelompok umur 31-44 tahun.

Bukan hanya masalah gaya hidup yang rendah kesadaran atas kesehatan, anak muda dan remaja bisa menderita hipertensi akibat penyakit ginjal turunan atau bawaan, kelainan fungsi atau bentuk aorta, gangguan tidur, penyakit paru obstruktif kronis atau masalah kronis.

 

Sumber: Hellosehat.com

Kontak Kami

  • Pemasaran:082118700765

  • Alamat: Jl. Ir. H. Juanda No. 101 Bandung 40132

  • Telephone:(022) 2533783, (022) 2533704

  • Email: jpkmsuryasumirat@gmail.com

Connect With Us

Facebook

Whatsapp

Instagram

 

©2022 JPKM Surya Sumirat. All Rights Reserved.